Head Offine : Jalan Raya Imam Bonjol, Karawaci Tangerang, melayani wilayan Tangerang, Serpong, Pamulang, Bintaro, Ciputat, Tangerang Kota dan Tangerang Selatan
Home » » Mendidik Dengan Keteladanan

Mendidik Dengan Keteladanan



Aurel kemarin tanya " Miss, kenapa kok pakai jilbabnya panjang terus ??" , Belum sempat aku jawab dia langsung jawab sendiri pertanyaannya " Biar nutup dada ya miss smile emotikon ".
Pantas saja dalam hati aku pikir ada yang beda dari anak- anak hari ini, Aurel dan Nabel pakai jilbab mamanya yang agak besar dan panjang. Lucu ya tingkah anak-anak ini..
Mendidik dgn keteladanan.
Tanpa kita sadari anak-anak mencontoh apa yang orang dewasa lakukan, mereka melihat dan mendengar kemudian mencoba melakukan.
Ketika kita gencar mengajarkan kpda mereka menutup aurat dgn benar, shalat, puasa, dll. dengan meminta mereka menghafal ayat dan haditsnya sekalipun tapi tidak memberikan teladan, contoh yg semestinya. Jangan salahkan mereka, jika itu tidak membekas dalam hati mereka. Sangat sulit memang, ketika mengajarkan anak-anak dikelas ttg dosa ghibah, tapi saat diruang guru dan berkumpul dgn guru lainnya, kita asik berbicara tentang keburukan oranglain, ini itu bla..blaa..blaa...
So.. metode yang dibutuhkan saat ini adalah keteladanan, mereka butuh sosok yang bisa mereka jadikan contoh. Kalau gurunya saja tidak memberikan contoh yang baik, bagaimana kita mengharapkan anak-anak memiliki akhlak yg baik.??
Siapa teladan terbaik untuk kita ??
Tentu jawabnya : Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا
"
Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu uswatun hasanah (suri teladan yang baik) bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” QS. Al-Ahzaab: 21
Mari kita mendidik, tapi tidak lupa untuk tetap berupaya mendidik diri sendiri dengan meningkatkan kualitas diri kita di hadapan Allah. Karena Mengajar adalah belajar. Menjadi guru bukan berarti diri ini sudah sangat baik, tapi karena ingin menjadi baik bersama-sama orang lain yang kita kasihi. Guru bukan sekedar profesi, tapi ladang dakwah. Setiap orang bisa menjadi guru, karena guru bukan hanya mereka yang mengajar dikelas. Dimanapun, kapanpun dari siapapun kita banyak belajar, bukan hanya ketika disekolah, bukan hanya belajar dari Bapak guru dan Ibu guru yang ada disekolah. Manfaatkan usia yang tersisa untuk terus belajar lebih banyak lagi, tanpa henti. Semoga Allah meridhai langkah-langkah kita yang sedang belajar dan mencoba memahami, mengambil pelajaran dari setiap kejadian yang Allah gariskan untuk kita.
Tulisan ini aku tulis untuk mengingatkan diri sendiri, jika ada yang bisa mengambil manfaatnya Alhamdulillah, semoga menjadi kebaikan untuk saya dan kebaikan bagi oranglain juga tentunya.

By Revita Haliza

0 komentar :

Posting Komentar